Tuesday, October 23, 2012

KEMBALI

Belum usai. Apa yang selama ini kusebut kenangan serta merta menarikku kembali ke pusaran rindu, berulang. Apakah kamu tahu? Semalam, di meja perjamuan, kita bertemu. Lugu sapaku gemetar menyebut rindu. Bukan sekadar rindu selintas lalu tapi rindu yang setia berulang dan tak terbilang, menggamit harapan itu kembali ke pangkuan. Kepadamu, kenangan kutimang, dan sekarang bersanding dengan harapan. Diam-diam, aku suka cara matamu menatap harapan dan menyandingkannya dengan keyakinan. Mata, milikmu, yang tak akan punah oleh serangan ketakutan, apalagi ragu yang menyekap enggan. Terima kasih kepadamu, yang tak letih mengajakku kembali, menengok isi hati kita, sekali lagi.

9 comments:

Eno Retnowati said...

sekali lagi, barisan hati menyebut rindu berulang kali, pun kembali..
kepadanya, rinduku tak ujung usang berlalu, sampai pagi beranjak selalu tak pasti lagi..

Adra Muira said...

Dear you adalah buah tangan yang saya bawa pulang dari kunjungan ke negeri garuda, isinya telah memeluk hati :)
semoga terus sukses!

Adra Muira,
malaysia

Yuni Nasir said...

Kepadamu masih saja rindu memilih berlabuh... selalu mempesona mata dgn sendunya.

Anugraha Novana said...

kereennn.....

ada blog yg bagus juga buat jadi wawasan niihh broo..
http://anugrahanovana.blogspot.com/

Rvina Meladewi said...

Selalu jatuh cinta sama tulisan mas emka....

LADA HITAM said...

Pelukan lembut dan tatapan syahdu selalu membuat pilu rindu di kalbu

Olong TheMoon said...

sipppp

RIORIO DHIKA said...

Nggak kangen Tuban mas ? diajari donk pemuda - pemuda Tuban buat nulis supaya sedikit bisa menuliskan apa yang ada di kota kecil kita. Supaya tidak hanya sejenak dinikmati lalu dilupakan, berulang secara berkala.
thanks

muhammad amin said...

asyik, karya sampeyan mantap