Monday, March 02, 2009

"SUPER DUPER" PERAWAT SEKSI


Ini masih seputar buku gue : TUMPANG TINDIH (Malem-Malem Bikin Syur) yang sekarang sudah di-display di toko-toko buku di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan kota-kota lainnya di tanah air. Seperti biasa, begitu ada buku baru, gue langsung sibuk dengan jadwal promo keliling ke beberapa kota. Yah, namanya juga “jualan”, mesti ada buzz on buzz biar yang tadinya nggak tahu, jadi tahu. Minimal, buku Tumpang Tindih kedengaran gaung-nya.

Diantara isu lifetsyle “EROR” yang ada dalam buku gue itu, ada satu bab berjudul Kanan Eror, Kiri Horny yang di dalamnya mengupas berbagai macam persoalan di dunia “pergaulan” yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan banyak orang. Mulai dari Strip & Scrub Thai Girls, Illusion Nite, Tangju Uzbek alias Tanggal Baju Uzbek, Sex Hyper Market sampai “Super Duper” Perawat Seksi.

Nah, pada tulisan Super Duper Perawat Seksi itulah, nanti bakal tergambar bagaimana bisnis hiburan di Jakarta. Tema suster ini memang tergolong unik dan nyeleneh. Dari segi tema, tingkat keunikan dan kehebohannya tidak kalah dibanding dengan :

1. Bunny Girls Party,

2. Pajamas Party,

3. Wet Wet Party,

4. Sexy-Cleopatra Party dan lain-lain.

Gambaran besarnya, pastinya “so sexy”, “so wild”….bla–bla–bla….!

Untuk lebih jelasnya, kayaknya sih, mending baca bukunya saja ya…!

Friday, February 20, 2009

TUMPANG TINDIH : Kanan Eror, Kiri Horny


PRESS RELEASE

TUMPANG TINDIH (Malem-Malem Bikin Syur) merespons berbagai masalah yang berjalan di luar batas normal atau kewajaran. Persoalan gaya hidup “EROR” yang dikupas tidak saja melibatkan industri seks atau komunitas tertentu, tapi menukik pada isu-isu lifestyle personal gaul yang sedang “in”. Mulai dari Supermarket Seks, “Lelang Cewek” of The Month, “Tiger Show” ala Thailand, Sex Machine ala Tali 16 Gaya, Cewek-Cewek “Petik Anggur” sampai ke Bra 36 O, trade-mark alat vital, dan obat kuat.


Nite-life yang dikuak tidak saja Jakarta-sentris, tapi juga melebar ke Surabaya, Bandung, bahkan Bangkok, Singapura dan juga Kuala Lumpur.

Apalagi “kegilaan” dunia malam dan life-style “eror” di sana???
Temukan dalam :

1. “KoloR-in-the-City”
2. “Kanan Eror, Kiri Horny”
3. “Malem-Malem Bikin Syur”
4. “Sport-Sex-tainment”
5. “Malu Bertanya Nyasar Di Ranjang”

TUMPANG TINDIH ibarat gado-gado betawi campur pizza, sushi, dan hamburger. Anda dapat menyantapnya dari mana saja. Mau menelan dan mengunyahnya secara bersama-sama juga tidak apa-apa. Siapa tahu, citra rasa “tumpang-tindih”nya malah menimbulkan sensasi yang berbeda. Yummmmy !!!

Info lebih lanjut, klik saja :
www.emkamoammar.com
www.moammaremka.blogspot.com

www.emkamoammar.blogspot.com

Monday, February 02, 2009

TUMPANG TINDIH (MaLeM-MaLeM BiKin SyuR)


Prolog nih ceritanya...

Mengumpulkan dan meng-update file-file yang tercecer. Itulah yang melatarbelakangi terbitnya buku ini. Coretan atau tulisan ---apapun itu bentuknya, buat saya adalah sebuah ide. Makanya, ketika saya membuka-buka lagi file-lama yang tersimpan rapi di hard-disk komputer dan laptop, tiba-tiba telontar keinginan untuk menjadikannya sebagai sebuah buku.

Yang pasti, keinginan itu datang begitu saja. Awalnya, iseng-iseng saya membaca empat tulisan saya yang berjudul Bra 36#O, Mak Ero Vs Mak Irit, Nude Server Party dan L’sbian Package. Ketiga tulisan saya ini pernah dimuat di kolom Seduction With Emka di majalah Male Emporium (ME) tahun 2006. Lalu, saya mulai menggabungkannya dengan beberapa tulisan yang tercecer di beberapa folder lain.

Keranjingan menulis untuk posting di web dan blog, membawa angin segar buat gue. Paling tidak, gue bisa memuntahkan semua yang ada di kepala gue dengan bebas, entah bentuknya sekadar uneg-uneg, curhat, gosip bahkan sampai menukik pada persoalan gaya hidup yang tengah jadi tren.

Well, ternyata ada banyak banget tulisan yang berhasil saya kumpulkan. Kalau dihitung-hitung, totalnya lebih dari 40-50. Makanya, daripada terbuang dengan percuma (kok jadi inget dengan “buang tai macan” yang jadi hobi sejumlah lelaki yang biasa jajan di prostitusi), tulisan yang tercerai berai itu coba gue kawinkan dalam satu buku. Biar nggak basi, tetap [up] to [date] dan setidaknya enak untuk dinikmati sebagai bacaan ringan yang informatif –syukur-syukur inspiratif, gue melakukan tambal sulam disana-sini.


Mengapa Tumpang Tindih?

Judul itu sebenarnya muncul tanpa sengaja. Persisnya, pas gue lagi duduk di sebuah kafe di bandara Adi Sucipto-Yogyakarta bareng Happy Salma. Waktu itu, gue dan Happy kebetulan lagi ada talkshow di sebuah pameran buku yang diprakarsai Buka Buku Production di GOR Universitas Negeri Yogyakarta.

Lagi enak-enaknya menikmati sepiring mie rebus, ide untuk membuat buku bareng itu tiba-tiba nyeplos begitu saja. Tadinya, karena buku itu merupakan “silang-sahut” antara saya dan Happy terhadap segala macam persoalan yang tengah tune-in. Makanya, saya mengusulkan judul Tumpang Tindih. Sayang, dalam perjalanannya buku itu terhenti di tengah jalan. Ya, alasannya lebih karena kendala teknis : sama-sama sibuk dengan pekerjaan.

Sebagai sebuah judul, Tumpang Tindih akan merespon berbagai masalah yang berjalan di luar batas normal atau kewajaran. Fokusnya, tentu saja tidak jauh dari bidang yang saya minati : gaya hidup dan industri seks lengkap dengan segala pernak-perniknya.
Secara tema, mungkin tidak berbeda jauh dengan tiga buku saya sebelumnya : Jakarta

Undercover 1,2 dan 3. Hanya saja, dalam buku ini persoalan yang saya tulis jauh lebih variatif. Tentu saja, tidak Jakarta-sentris tapi melebar ke beberapa kota besar lainnya (di Indonesia & beberapa negara tetangga) seperti Bangkok, Singapura, Kuala Lumpur, Surabaya, Bandung dan lain-lain.

Yang tak kalah penting, persoalan gaya hidup “eror” yang saya kupas, warna-warninya jauh lebih banyak. Tidak saja melibatkan industri-seks atau komunitas tertentu tapi juga menukik pada isu-isu ‘lifestyle-gaul’ personal yang sedang “in”. Beberapa contohnya ya seperti Bra 36-O, trade-mark alat vital, obat kuat dan sebagainya.... (to be cont'd..)

So....untuk lebih jelasnya....
silahkan baca bukunya yang bakal rilis FEBRUARI 2009 !

Tuesday, December 16, 2008

KETIKA TARZAN DATANG KE KOTA

By GagasMedia, Newsroom. Cerita itu bermula saat Ratna—cewek metropolis nan cantik dan anak seorang peneliti terkenal bernama Barkah—disekap di sebuah gua oleh mantan pacarnya, Arde dan kedua ajudannya, Kutil dan Tumpal. Saat itu, Ratna sedang ikut ayahnya dan Tiga—asisten sang ayah—ke sebuah hutan untuk mencari daun tapak monyet.

Saat Ratna tersadar, Ratna mendengar suara aneh dan bau yang benar-benar tidak enak untuk dihirup dari dalam goa. Di sanalah Ratna menemukan sesosok mahluk, yang belakangan diketahui bernama Tarzan, sedang tidur ditemani oleh seekor harimau. Sayangnya, saat sedang asyik mengamati Tarzan, Ratna terjatuh dan ternyata harimau yang tadinya tertidur telah ada di hadapannya.

Hal itu membuat pula yang membuat Tarzan bangun dari tidurnya. Dengan bahasa yang terbata-bata dan nggak jelas maksudnya, mereka akhirnya mampu berkomunikasi. Beberapa hari tinggal bersama Tarzan, Ratna merasa senang. Padahal, di kota sang ayah sangat mengkhawatirkannya.

Merasa sudah lebih baik, akhirnya Ratna memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Tentunya, dengan ditemani Tarzan. Dengan menunggangi kuda, mereka pun sampai di ibukota Jakarta. Tarzan merasa sangat aneh berada di sini. Bahkan, ia menyaksikan banyak kejadian menyedihkan yang berhubungan dengan ‘sodara-sodaranya’ di hutan.

Masyarakat dengan santainya menyantap ikan, ayam, kambing, dan sebagainya. Di butik, Tarzan melihat zebra dijadikan baju. Semua itu membuat Tarzan sedih dan nggak abis pikir dengan kelakuan manusia. Tapi, Tarzan harus rela menjalankan semua itu demi Ratna yang masih menjadi incaran Arde, Si Mata Hitam.

Kira-kira, sanggupkah Tarzan menyelamatkan Ratna dari tangan Arde? Atau, Tarzan justru lebih memilih menjadi ‘orang baru’? Temukan jawabannya dalam novel adaptasi terbaru GagasMedia yang berjudul Tarzan ke Kota karya Moammar Emka.

Cerita tarzan memang sudah ada sejak kita masih kecil. Seorang anak yang dulunya diasuh oleh seekor monyet di sebuah hutan belantara. Pada akhirnya, mereka bisa saling berkomunikasi meski dengan tata bahasa yang berbeda. Nah, di novel ini, kamu bisa merasakan seru dan lucunya berpetualang bersama Tarzan di kota metropolitan. Alur ceritanya, memang nggak jauh beda dengan cerita tarzan-tarzan lainnya. Yang membedakan adalah bahasa yang digunakan tarzan.

Profil penulis:

Cowok berkacamata yang populer lewat buku Jakarta Undercover (1, 2, & 3) ini sedang mempersiapkan dua buku barunya, Tumpang Tindih [KoloR-in-3/Some City] dan Jakarta Xplorer [entertainment guide] yang akan dirilis pada akhir 2008. Selain itu, dia sibuk memproduksi sejumlah film lewat bendera Lolipop Pictures, di antaranya Tarzan ke Kota, Kebelet Kawin, Babi Ngesot, Horny [Horor Nih Yee...!], Sedang-Sedang Syur, Kolor4Lov3 [Datang Dengan Cinta, Pulang Dengan Kolor], Malu Bertanya Nyasar di Ranjang, Belilah Aku Jadi Pacarmu, dan Full-Body-Contract.

Tuesday, December 09, 2008

NOVEL TARZAN : "Auooooo...!!!"


Tarzan beraksi lagi.

Dari hutan turun ke kota. Dari taksi lari ke genteng. Dari salon pindah ke apartemen. Dari gagu jadi fasih berbahasa Inggris. Dari teman kok jadi sayang betulan. Lho???

Temukan jawabannya di novel Tarzan Ke Kota yang telah beredar di toko-toko buku terdekat dan jaringan Alfamart & Indomart.

Thursday, December 04, 2008

KOLOR 4 LOVE



Komedi, Romantis, & Filosofis. Begitulah kira-kira alur dan garis besar ceritanya. Tentang seorang lelaki muda yang rela meninggalkan segalanya dan hanya membawa "kolor" saja di akhir pecahnya bahtera rumah tangga.

Tapi, justeru gara-gara kolor itulah, dia menemukan kembali jalan kehidupan jati diri dan cintanya. Kolor membuat lelaki itu punya ide untuk membuka toko kolor khusus pria. Hobinya yang suka dengan burung (betulan), membawanya pada kehidupan yang mapan. Cinta, ehmmm....akhirnya datang juga di ujung cerita.

Kok jadi serius ya? Lha, itu kan baru garis besarnya. Karena ceritanya bergenre komedi romantis, scene-scene-nya akan disesaki dialog dan adegan lucu.

Biar gak penasaran, nanti saja ya baca buku dan tonton filmnya. Kalau semua lancar, kira-kira awal Maret atau April 2009, syutingnya akan mulai dan digarap oleh Lolipop Pictures.

Wednesday, December 03, 2008

Rekreasi Hati


Benarkah ketenangan itu harus dicari di suatu tempat, di suatu masa? Padahal tubuh punya hati yang tak terbatas ruang dan waktu. Mungkin jawabnya : iya! Kadang hati pun butuh rekreasi : jeda sesaat dari hiruk pikuk emosi yang membakar nalar sehat.

Mungkin ada benarnya kita menyingkir sejenak : bercinta dengan bulan dan bintang di suatu tempat, di suatu masa, di mana tatap mata tak lagi memandang kita dengan
senyum mencibir atau dengan sapa hangat melenakan. Sendiri dibaui hening, mencipta tanpa batas : di suatu tempat, di suatu masa.

Lalu dimana tempat yang ingin kau pijak, sahabatku? Kapan juga masa akan memelukmu dengan aneka puisi keindahan...? Yang pasti hatimu tetap hidup dalam adamu. Aku percaya, di situlah adanya tempat dan masa tenangmu memuja nyata...

TARZAN BERAKSI DALAM TAKSI


TARZAN BERAKSI DI DALAM TAKSI.
LALU PINDAH KE JALAN-JALAN RAYA
DAN MENEMPEL PADA PULUHAN BILBOARD....

TARZAN MELOMPAT
TARZAN BERTERIAK BARENG : SANDRA DEWI...

"AUOOOOOOOO..."

SAKSIKAN TARZAN DI BIOSKOP MULAI : 4 DESEMBER 2008